Semarak Kirab Budaya "Napak Tilas Sang Maestro Ki Narto Sabdo" Desa Pandes

Kirab budaya Desa Pandes


Kirab budaya Desa Pandes

Kirab budaya Desa Pandes





Pada hari Minggu (29/12/2019) tepatnya pukul 07.00 WIB di Kantor Balai Desa Pandes mengadakan kirab budaya yang diikuti oleh warga dari masing-masing dukuh yang ada di Pandes. Acara kirab budaya ini mengangkat tema “Napak tilas Sang Maestro Ki Nartosabdho”. Dengan adanya kirab budaya bertujuan supaya para warga mengembangkan budaya tradisional dan tidak melupakannya walau sudah berkembangnya jaman di era sekarang. Para warga sangat antusias mengikuti acara kirab tersebut dan warga per RW masing-masing menggunakan pakaian sesuai kesepakatan masing-masing RW, seperti menggunakan kebaya, lurik, dan batik,dll.\

Tidak lupa dari warga masing-masing per RW juga membawa makanan yaitu tumpeng. Sebelum dimulai acara kirab, masing-masing per RW diberikan papan banner yang bertuliskan misalnya Bregodo RW 11, sebagai tanda urutan pada saat kirab berlangsung. Rute jalan kirab budaya ini dimulai dari depan Kantor Desa Pandes kemudian melewati Dukuh Genukan lalu Dukuh Pandes lalu Jembatan Pereng Indah dan finish di Tanah Kas Pertanian Kuntulan Pandes. Untuk yang berada diurutan pertama yaitu Bapak Heru Purnomo, S.Tp beserta istri dan para pegawai perangkat Desa Pandes yang  mengenakan lurik serta membawa wayang.

Tidak melenceng dari tema, banyak warga yang membawa banner yang disertai foto Ki Nartosabdho. Selain itu, para warga memang sangat kreatif dalam menghias tumpeng-tumpeng yang dibawa, salah satunya menggunakan pewarna makanan lalu membuat putih telur rebus menjadi berwarna pink.

Setelah sampai finish kirab budaya, para warga disediakan tempat duduk untuk beristirahat sejenak dan juga ada disediakan minuman gratis yaitu cendol dawet yang sangat segar. Selain dihadiri oleh warga Desa Pandes, acara ini juga dihadiri oleh Bapak Camat Wedi. Bapak Lurah memberikan sambutan kepada para warga Desa Pandes, beliau juga menuturkan “Kebudayaan itu harus dikembangkan, tidak hanya diuri-uri” dan disambung oleh sambutan dari Bapak Camat Wedi. Selain itu juga ada tampilan tari tradisional dari 2 laki-laki yang sangat luwes menari dan membuat para warga yang menyaksikan terkesan. Hari menjelang siang, para warga diperbolehkan menyantap makanan tumpeng yang sudah dibawa dari masing-masing per RW. Acara Gebyar Pandes ini selesai sekitar pada pukul 12.00 WIB.


Penulis : Syifa Qodimasari

Related Posts

Comments


EmoticonEmoticon