Desa
pandes adalah kelurahan yang berada disalah satu kecamatan di Kabupaten Klaten
yaitu Kecamatan Wedi. Dengan luas 1.409.125 Km2, dan jumlah
penduduk mencapai 52224 jiwa yang
tersebar di 19 Rw Desa Pandes. Secara topografi Desa Pandes merupakan daerah
dataran dengan ketinggian berkisar 131 meter diatas permukaan air laut. Desa
Pandes mempunyai potensi usaha dan peternakan karena memiliki suhu rata – rata
33°C. Selain mempunyai potensi usaha dan peternakan Desa Pandes juga memiliki
beberapa hal yang menonjol antara lain industry kecil dan kelompok – kelompok
kesenian.
Tak
hanya industry kecil dan kelompok – kelompok kesenian yang menjol di Desa
Pandes . Kegiatan – kegiatan warga Desa Pandes pun juga sangat menonjol. Salah
satunya adalah Gebyar Budaya “ Napak Tilas Sang Maestro Ki Narto Sabdho ”.
Acara
tersebut dilaksanakan 2 hari secara berturut turut sejak hari Sabtu, 28
Desember 2019 hingga Minggu, 29 Desember 2019. Acara ini dilaksanakan di Rest
Area Desa Pandes yang berlokasi di Tanah Kas Pertanian Kuntulan tepi jalan Raya
Wedi – Bayat. Warga
sangat antusias dengan kegiatan ini. Terbukti antusiasme warga terlihat sejak
kegiatan dimulai dari pameran produk unggulan, pentas seni anak, senam bersama,
koes plus mania, kirab budaya, gebyar budaya dan pentas budaya local, festival
sego wiwit, peresmian reat area dan kuliner hingga, pengundian hadiah pajak
PPB, mereka dengan senantiasa setia mengikuti kegiatan demi kegiatan hingga berakhir.
Dengan
menggunakan pakaian batik lurik khas Kabupaten Klaten warga mengikuti kirab
budaya dengan membawa satu tumpeng sego wiwit untuk festival sego wiwit. Sego
wiwit dibuat oleh setiap Rw di Desa Pandes. Kirab dimulai sejak pukul 07.00 WIB
start dimulai dari Balai Desa Pandes melewati perkampungan Desa Pandes berakhir
di Rest Area Desa Pandes yang berlokasi di Tanah Kas Pertanian Kuntulan tepi
jalan Raya Wedi – Bayat.
Sesampainya
disana warga langsung menuju tempat yang telah disediakan oleh panitia.
Terdapat beberapa warga yang menyerbu stand pameran produk unggulan dan stand
cendol dawet yang disediakan oleh panitia. Setelah itu warga disuguhkan
beberapa pentas seni fragmen yang menceritakan kisah perjalanan karir sang
maestro ki narto sabdho yang berjuang meniti karir hingga sukses.
Diadakan
kegiatan ini juga berupaya agar warga mengembangkan budaya tradisional dan
tidak melupakannya walaupun jaman semakin berkembang di jaman milenial
sekarang. Dalam acara ini hadir pula Bapak Camat Wedi yaitu Bapak Kukuh Riyadi
beliau mengatakan “ kebudayaan itu harus
dikembangkan dan tak hanya di uri – uri ” (dsiwi)
Penulis : Diana Novita Siwi










