![]() |
| Proses Pembuatan APD |
Pandesklaten.com | Pengusaha konfeksi skala rumahan asal
Ngendegan, Desa Pandes, Wedi, Klaten, membuat dan membagi-bagikan alat
pelindung diri (APD) untuk tim medis di sejumlah rumah sakit (RS) rujukan
penanganan corona atau covid-19 di Jawa.
Total APD alternatif berupa face shield alias pelindung
wajah yang dibagikan secara gratis itu mencapai 150-an unit. Informasi yang
dihimpun, pengusaha konfeksi skala rumahan tersebut adalah Bagas Pratondho Aji,
28, warga RT 031/RW 019 Desa Pandes, Wedi, Klaten.
Bagas bercerita idenya bermula dari keprihatinan melihat
perjuangan tim medis yang bertaruh nyawa menangani pasien corona atau covid-19.
Orang tua Bagas dan anggota keluarganya kebetulan juga bekerja di bidang medis.
APD alternatif yang dibikin Bagas berupa pelindung wajah
terbuat dari fiber. Bahan utama pelindung wajah itu terdiri dari mika fiber
dengan ketebalan 0,8 milimeter dan kaca mika fiber clear/bening dengan
ketebalan 0,4 milimeter.
Terdapat dua model pelindung wajah, yakni yang menggunakan
kancing/klip dan tidak menggunakan kancing/klip. Pembuatan satu unit pelindung
wajah membutuhkan waktu kurang lebih 15 menit.
Sudah Diajukan dan Disetujui RSST Klaten. APD alternatif ini
difungsikan melindungi wajah dari percikan batuk/bersin pasien.
Pengusaha
konfeksi klaten "Bagas Pratondho Aji, pengusaha muda bidang konfeksi asal
Wedi, Klaten, membuat APD berupa pelindung wajah bagi petugas medis di
rumahnya, Rabu (25/3/2020).
![]() |
| Bagas Pratondho Aji, Saat merakit APD |
“Saya dapat desain awalnya dari teman lama di Facebook. Kali
pertama sempat gagal karena teman saya itu tak menyertakan ukuran dan
dimensinya,” ungkap Bagas saat ditemui wartawan di rumahnya, Rabu (25/3/2020).
Pada Senin (23/3/2020), Bagas mencoba membikin sendiri
pelindung wajah tersebut. Desain itu kemudian diajukan ke Rumah Sakit Umum
Pusat Soeradji Tirtonegoro (RSST) Klaten.
"Kebetulan ibu saya juga perawat di sana. Di RSST
Klaten itu, pelindung wajah bikinan saya dinyatakan bisa digunakan tim medis. Pukul
21.00 WIB, saya bikin lagi. Hingga Selasa [24/3/2020] pukul 02.00 WIB, saya
bikin 17 APD. Terus saya share ke FB. Ternyata banyak yang meminta dari RS
rujukan. Saya sampai kewalahan menerima permintaan itu," jelas Bagas.
Pengusaha muda bidang konfeksi baju dan selebor sepeda angin
itu mengatakan APD bikinannya dapat digunakan berulang kali dengan cara
disterilkan terlebih dahulu dengan cairan alkohol oleh RS.
Hingga sekarang, APD bikinannya sudah dipesan sejumlah RS
rujukan di Jawa, seperti RSST Klaten, RS Palang Biru Gombong, RSUD Cilacap, dan
RS Panti Rini Jogja. Selain itu juga RS Panti Rapih Jogja, Jogja International
Hospital (JIH), RS di Boyolali, RS di Sukoharjo, RS di Jombang (Jatim), RS di
Solo, RS di Semarang, dan lainnya.
“Saya sudah membuat 150-an unit pelindung wajah itu. Besok
mulai didistribusikan melalui jasa antar termasuk ke puskesmas-puskesmas di
Klaten," jelas dia.
Bagas melibatkan sukarelawan untuk membuat APD itu. ADP yang
sudah jadi dibagikan secara gratis. "Saya pribadi merasa terpanggil untuk
membantu para tim medis yang menjadi garda terdepan dalam penanganan covid-19,”
katanya.
Salah seorang bidan Desa Pandes yang juga buliknya Bagas,
Sri Budiyati, 53, mengatakan APD alternatif buatan keponakannya itu sangat
dibutuhkan tim medis. Meski alternatif, penggunaannya bisa dilakukan berulang
kali asalkan disterilkan terlebih dahulu.
“APD alternatif ini untuk melengkapi APD yang seperti
pakaian astronot itu. Besok [hari ini], kami juga turut membagikan APD
pelengkap ini, terutama ke puskesmas-puskesmas di Klaten,” katanya.
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Virus Corona
Kabupaten Klaten, Ronny Roekminto, mengatakan Pemkab Klaten sudah
mengoptimalkan dana siap pakai (DSP) untuk pembelian APD bagi tim medis.
“APD yang dimiliki pemkab di saat awal mencapai 30 APD. Kami
perlu menambah jumlah itu. Sumber anggarannya dari DSP di Badan Penanggulangan
Bencana Daerah Klaten,” katanya.
Dikutip dari https://www.solopos.com/pengusaha-konfeksi-klaten-bikin-apd-dibagikan-gratis-ke-rs-rujukan-corona-1053609#











